Memberikan Warna Walau Hanya Sehari






Duduk diam membisu, bukan karena ingin diam tapi karena tidak banyak hal yang dapat diucapkan. 
Duduk diam merenung, bukan karena tidak ada kerjaan, tapi karena terlalu banyak yang dikerjakan.
Duduk diam melayang, bagaimana tidak melayang kalau raga ada tapi jiwa entah dimana.
Duduk diam memandang, Tuhan menciptakan segalanya dengan baik tapi masi saja aku mempertanyakan kebaikannya.

Sumber foto : google


-----

Beberapa waktu yang lalu ketika Tuhan izin kan aku untuk berbagi bersama teman-teman yang luar biasa, hati ku jadi tergetarkan. Awalnya antara percaya dan tidak percaya ketika aku lolos dalam sebuah perekrutan komunitas peduli pendidikan. Tapi dari situ aku mulai belajar- banyak. 

Di awal-awal aku masih pemalu dan tidak ingin terlalu banyak bicara. Ada sedikit rasa minder dalam hati. Takut-takut ingin memulai. Takut nantinya malah semua merupakan kesalahan saja telah memberikan aku sebuah kesempatan untuk bergabung. Tapi hatiku kembali senang, tatkala semua usai dengan kebahagiaan.

Aku bertemu dengan orang-orang yang baik, berbagai latar belakang, dan semua tidak membuat ku minder. Aku jadi semakin percaya diri dan senang akannya. Sesuatu yang luar biasa.

Tapi ada saat-saat dimana hatiku benar-benar tergetarkan. Saat itu adalah saat aku memasuki sebuah sekolah dasar dimana tempat kami akan berbagi indahnya pelangi meski hanya sehari. Aneh sih kedengarannya seperti " ah apa sih? " " masa bisa? " " maksudnya apa? "

Begitu masuk halaman sekolah dan mereka menyapa kami, rasanya aku merinding.. 'cesssss...'

dingin.

Aku nggak bisa bayangkan bagaimana keseharian mereka dan bagaimana mereka kelak, tapi satu hal aku yakin mereka adalah murid-murid yang luar biasa. Siapalah aku? aku bukan siapa-siapa kalau dibandingkan dengan mereka.

Ketika semua usai.. Aku kembali berfikir..

Ahhhhh.. akankah semua ini mereka kenang sampai nanti? Bisakah mereka mengingat setiap kata, pesan yang aku sampaikan? Ataukah sedikit saja aku mengena bagi mereka?
Aku rasa.. sedikit sekali kemungkinan itu..

Tapi karena disini tujuannya untuk berbagi, tentu saja semua harapan itu menjadi doa kami. Tinggal bagaimana Sang Maha Esa mengatur hati kami (relawan) dan anak-anak disana.

Satu hal yang masih mengganjal dalam pikiranku hingga saat ini.

Mungkin bagi kami tim relawan berbagi merupakan suatu hal yang istimewa. suatu hal yang bisa dibanggakan, karena ada momen tertentu yang terkenang dan kemudian dapat mengisi frame sosial media kita. Tapi satu hal yang nggak bisa dilupa, belum tentu semua bisa sesuai harapan kita. bisa jadi adik-adik hanya mengharapkan sebuah bingkisan, sebuah hadiah, dan melupakan segalanya dalam sekejap.

Ahh. bagaimana aku mau mengungkapkan.

Sudahlah, mungkin saja ini hanya pikiran jelek yang melintas terus menerus.

Mey- PO