Jatuh Cinta Diam Diam

Jatuh Cinta Diam-diam

jatuh cinta diam diam
sumber google


Hai kamu, laki-laki dengan usia yang cukup matang, laki-laki dengan wajah yang tampan, laki-laki dengan senyum yang menawan, iya kamuu.. kamu yang dengan begitu cepat membuatku terpukau dan membuatku menyukaimu sampai sekarang.

Malam minggu ini kutahu kita cukup dekat, satu minggu ini kita berada disatu kota namun tak ada kesempatan untuk bertemu. Ingin rasanya aku datang untuk menyapamu dan berkata, ‘ hai mas … ‘ lalu berlanjut pada sekedar basa-basi ‘ bagaimana dengan kota A, kappan pulang? Sibuk kerja terus ya mas? Dan sebagainya.. ‘ Kayaknya bertemu sekali saja kurang buatku, harus bertemu lagi dan lagi, entah karena kamu berada di kota A atau karena kamu yang sudah mencuri hatiku, rasanya ingin selalu melihat senyum dan mendengar suaramu. #efekjatuhcintadiam-diam

Setiap hari kucoret satu kertas dan kutulis semua isi hatiku tentangmu, sempat aku memutuskan ingin berhenti dan nggak ingin menyukaimu lagi dalam diam tapi… ada satu rasa yang membuatku ingin terus menyapamu dan mencari tahu tentangmu. Semakin aku ingin mencari semakin lama aku merasa bahwa aku terlalu ‘ngebet’ sama kamu. Jadi kuputuskan memang aku harus pasang kendor untuk menyukaimu agar saat jatuh tak terlalu sakit, atau setidaknya aku siap untuk jatuh.

Hai kamu mas yang berbau wewangi khas bayi, rasanya bau itu entah minyak telon atau collonge bayi yang kamu pakai sehabis mandi masih teringat jelas dibenakku. Saat itu hampir tengah malam kita dirumah warga dan kamu usai mandi lewat didepan ku begitu saja, ku pikir dari mana asal wewangian ini, rupanya dari kamu, mas yang berbau wewangi khas bayi. Ahhh kayaknya masih banyak nih yang aku ingat tentangmu..

Hal apa lagi yang nggak bisa kulupa darimu sehingga membuatku jatuh cinta diam-diam padamu? Ahhh yah betul, kamu juga khas sekali suka pakai celana pendek saat kumpul bersama kecuali saat pada acara yang khusus. Celana pendekmu itu yang buat aku makin penasaran dan bertanya-tanya tentangmu, kenapa pembawaanmu begitu santai sesuai dengan wajahmu yang terlihat muda dan tak termakan usia? Usiamu cukup matang untuk membangun sebuah keluarga, namun kamu masih saja sendiri, adakah yang kamu tunggu? *eh~~

Semakin kumemikirkanmu malam ini, semakin aku rindu untuk bertemu denganmu dikota rantaumu.. Andaikan saja waktu itu kita bisa bertemu ahhh aku jadi semakin rindu.

Hai mas yang pernah pakai blankon coklat, aku suka saat kamu bersuara di hari sabtu malam minggu lalu. Saat semua pada menikmati weekend mereka, kamu justru malah bekerja dan menamani para pemuda-pemudi atau pendengar setiamu. Aihhh, aku jadi enggan rasanya untuk mematikan handphone. Kalau saat itu bukan karena kuota yang terbatas mungkin saja aku menunggu siaranmu hingga larut malam.

Pertemuan kita terlalu singkat, tapi cukup bermakna. Kupikir kamu orang yang cukup highclass dan ansos dengan orang yang tak sederajat denganmu, tapi rupanya tidak. Kamu orang yang sangat ramah, murah senyum, sopan santun, njawani, dan yang terutama kamu ideal menurutku.

Kurang apalagi didunia ini yang ingin kamu cari mas? Memperhatikanmu saat dimobil malam itu rasanya kamu lelah sekali, tapi masih saja kamu mau menghabiskan satu malam terakhir ku di kota A, aihh kapan yah bisa terulang lagi kamu luangkan waktumu dan kita bisa bertemu kembali. Rasanya aku ingin memperhatikan kumis tipis anehmu itu yang ala bapak-bapak tapi ada diwajah imut khas anak-anak. Hehe. Tapi kapan?

Ahhh andaikan saja aku dapat membaca pikiranmu waktu itu, mungkin aku bisa menebak apakah kamu menyukaiku atau tidak.. yahh mungkin begini rasanya jatuh cinta diam-diam, biarin aja aku suka sama kamu tanpa kamu tahu, aku suka kok ^^, meski pada akhirnya perasaanku nggak berbalas, setidaknya aku sudah cukup tahu bahwa diluar sana masih banyak pemuda yang seiman dan pastinya sesuai dengan yang Allah kehendaki jadi,, pertemuanmu denganmu membuatku bersyukur dan berterima kasih atas perasaan yang telah Tuhan hadirkan pada saat itu hingga kini ^^.

Hai mas...