Nasib Orang Kecil Nasib Wong Cilik




Orang kecil ibaratkan orang miskin. Bisa dikatakan bahasa halusnya orang miskin ni orang kecil. Mungkin ada yang setuju dengan pendapat saya? Kalau tidak mudah-mudahan Anda memiliki pendapat yang lain.

nasib orang kecil nasib wong cilik
sumber: google


Semasa hidup saya merasa sebagai orang kecil selalu saja dipermainkan. Dipermainkan oleh siapa? Oleh mereka yang memiliki kekuasaan, oleh mereka yang memiliki kekayaan, oleh mereka yang memiliki nama. Sebagai orang kecil bisanya apa? Cuma bisa melihat, menuruti, atau kadang hanya bisa mematung saja.

Bullshit! saat ini apa bila ada yang berkata uang bukan segalanya, STOP. jangan sangkut pautkan dengan agama karena saya tidak sedang membahasnya. Mau tidak mau secara nyata kita yang hidup ini akan terbelenggu dengan uang dan uang. Kata siapa uang bukan segalanya? Uang ini segalanya. Tanpa kita sadari karena uang akhirnya kita menjadi hamba uang. Sedih, kasian, melas. Gara-gara selembar uang aja bisa bacok-bacokan antar saudara.

Segala sesuatunya mungkin bisa terjadi karena uang. Lalu apa hubungan uang dengan nasib? Uang bisa menentukan segalanya, bagaimana nasibmu dimasa yang akan datang, bagaimana kamu dinilai atau dipandang oleh orang disekitarmu. Enak mereka yang bergelimang dalam harta, apapun dapat mereka beli, apapun dapat mereka peroleh, namun bagaimana denga orang kecil?

Bisa makan aja sudah panjatkan puji syukur pada Tuhan yang Maha Esa. Mereka nggak butuh untuk disanjung namun sedikit penghargaan saja sudah membuat mereka senang. Mereka orang kecil nggak butuh untuk ditimang karena mereka sudah terbiasa hidup bersusah payah. Mereka cuma butuh sedikit utuk dihargai yang mana tidak sama sekali orang bisa tahu akan hal itu.

Mereka kaum borjuis, kaum berduit, kaum kaum penguasa dengan mudah bisa melenggangkan kaki diahadapan para orang kecil dan menyombongkan segala lembar warna hijau yang mereka punya yang kemudian merendahkan mereka yang kecil dengan berkata " ingettt, kamu itu siapa? Cuma orang miskin aja belagu ". Jleebsssss~

Apakah orang miskin tidak memiliki hati? Apakah sebagai orang miskin tidak memiliki kesempatan yang sama? Apakah sebagai orang miskin tidak bisa kelak akan menjadi orang yang sukses dan berpunya? Apakah orang miskin akan terus miskin dan berhenti sampai disini saja? JAWABANNYA ADALAH TIDAKKK!

Mereka memiliki hak untuk bersuara, mereka bukan orang bodoh, nasib saja yang mengarahkan mereka untuk melalui rintangan yang lebih sulit, membuat mereka harus merangkak apabila ingin maju untuk naik keatas. Siapa sih yang nggak ingin setara dengan kaum borjuis? NGGAK ADA! Tapi mereka belum bisa! Mereka masih berproses dan proses untuk memerlukan waktu yang lumayan panjang bagi mereka.

Tidak seperti mereka yang memiliki kekuasaan dapat berjalan dengan tegap dan memandang remeh sekitar, menikmati segala fasilitas yang ada tanpa pernah berfikir bagaimana nasib orang lain. Mereka orang kecil tahu akan artinya bersusah payah dan sebagian dari mereka juga tahu bagaimana caranya menghargai sesuatu. Tapi bagaimana dengan kaum borjuis? Dapatkan mereka berfikir kearah sana? Dapatkah mereka mengerti?

Yang mereka tahu hanyalah kaum miskin tetaplah miskin, kaum miskin adalah kaum bodoh. Pendidikan tak layak bagi mereka. Status sosial tak ada artinya untuk mereka. Cukup label miskin terpampang nyata pada wajah mereka dan mereka pantas untuk direndahkan. Cihhh!

Sombongnya bagi mereka yang berpikir demikian! Sombongnya mereka yang masih bisa menegakkan kepala dan berkata bahwa kami bukanlah orang yang pantas, Cuihh! Siapa kamu? Sehebat itukah kamu?

Orang kecil juga bisa menjadi orang yang besar, semua hanya waktu yang bisa menjawab. Bukan berarti tinggal di gang sempit gubuk reyot tidak bisa kelak akan menjadi seorang pengusaha yang sukses dan memiliki tempat tinggal bak istana! Bahhh! Sudahlah jangan terlalu sombong dahulu dan ingatlah bahwa kehidupan ini kayak roda berputar, yang diatas bisa suatu saat dibawah, dan yang dibawah bisa saja suatu saat diatas!



Mey, SUB

Postingan Populer