Tetangga yang Ingin diSapa





šŸ™Ž : Me
šŸ‘© : Mom

Suara pintu pagar rumah terdengar terbuka šŸ .. Rupanya šŸ‘© mom yang akan pergi. Aku pun bergegas turun dan menghampiri šŸ‘©.

• • •

šŸ™Ž : mom,  mau pergi?  Pergi kemana?
šŸ‘© : iya jalan-jalan,  kenapa?
šŸ™Ž : gapapa, ini lho ( aku menghampiri mom dan memberikan atm) 
šŸ‘© : ngapain?
šŸ™Ž : ( ku lirik mom pergi sendirian)  lho mom,  pergi sendiri?
šŸ‘© : iya,  ikut ta?
šŸ™Ž : hmm,  ok bentar.  Fix.  Aku dan mom pun pergi.

tetangga yang ingin disapa
sumber: google



Saat kami bicara,  aku tahu ada orang yang sedang memperhatikan kami,  yaitu tetangga depan rumah yang menggemaskan.  Lebih dari menggemaskan bahkan. Akhirnya mau nggak mau kami pun menyapa sang bapak dan bilang " monggo " demi kata sopan santun dan menghargai tetangga.

Hmmmm..  Bapak ini adalah tetangga dekat rumahku yang selalu tersenyum ketika melihat aku atau keluarga ku dari jauh.  Senyumnya yang lebar itu suka membuatku berpikiran yang tidak-tidak.  Suka membuatku parno berlebihan.  Sempat aku pikir ia akan berbuat yang macam-macam,  namun sejauh ini tidak pernah.  Syukurlah.

Ada yang punya tetangga seperti ini?  Sepertinya banyak orang seperti ini,  nggak harus parno atau takut karna kalau kita nggak berperilaku melewati batas juga tidak akan ada terjadi suatu apa kok ^^

Saat di perjalanan aku pun membahas hal ini dengan mom,  kira-kira bapak itu apakah tidak akan jadi bahaya?  Mom pun menjawab hal ini biasa terjadi dan selama kita juga menanggapinya dengan biasa maka tidak akan terjadi suatu apa.

Mungkin memang karakter si bapak itu begitu,  ramah dan senang tersenyum dengan orang terutama orang baik seperti aku dan keluarga *ecileh.  Yah anggap lah begitu,  karna mom juga bilang sebenarnya bapak itu baik hanya saja lingkungan kurang bersahabat jadi karakternya juga ada yang menyesuaikan.

Mau nggak mau ketika bertemu dengan orang seperti ini akhirnya cuma bisa membalas ramah juga.  Memang si susah juga buat hilangkan pikiran negatif tapi kita harus terus melawannya dengan pikiran positif.  Boleh ada pikiran negatif itu sdikit saja untuk membuat kita mawas diri,  waspada,  nggak ceroboh dan akhirnya akan menghancurkan hidup kita.

Selama hanya senyum dan sapa mungkin tidak masalah,  namun apabila senyum dan sapa itu berlanjut bahkan sampai pada tahap mengenal lebih dalam atau berbagi sentuhan,  hati-hati sedikit salah langkah kalian akan tergelincir jauh ^^

Terima kasih telah berkunjung,  dan membaca blog ku ^^

Mey

Postingan Populer